SURAT CINTAKU UNTUK MAMA

1450434962812

“Assalamu alaikum, Halo Ma’….selamat ulang tahun, mau ki’ kado apa?” Ucapku pagi itu melalui telepon selular.

“HAH! iyah di’…wihh kulupai kalo ulang tahun ka hari ini, terima kasih nak! janganmi beli apa-apa, doakan mama saja sehat selalu, terus panjang umur” ucap mama sambil tertawa.

Sekejap saya tertegun dan terdiam di balik via telepon, saya merasa ada linangan air mata yang memenuhi pelupuk mataku, dan akhirnya menetes begitu saja. Saya tidak bisa menahan,  mendengar suara tawa mama di balik telepon, begitu bahagianya ia dengan hanya mendengar ucapan selamat ulang tahun di hari istimewanya.

“Ma’…rinduka ” ucapku sambil bergetar menahan tangis yang sepertinya akan memecah.

Mama juga sempat terdiam di balik telepon, kemudian berkata,

“Iyah nak…begitu memang kalau jauhki, jangan terlalu dipikir, jangan dijadikan beban, begitu memang kalau mauki berhasil, belajar baik-baik di sana, mama selalu doakan”.

Itu adalah pertama kalinya saya mengucapkan kata “rindu” pada mama. Perasaan rindu yang benar-benar membuatku tidak bisa menahan tangis yang memecah pagi itu. Selama ini, saya selalu ingin terlihat sebagai anak yang memiliki mental kuat, berani dan tidak cengeng. Namun semenjak menginjakkan kaki sebagai anak rantau di Ibu Kota. Hampir setiap hari di akhir doa, saya menangis tersedu-sedu merindukan suasana rumah.

Banyak hal yang ingin saya ceritakan pada mama, tapi cukup sulit untuk saya ungkapkan semua melalui telepon ataupun sekedar video call-an. Untuk itu, saya hanya bisa menuangkannya dalam sepucuk tulisan berikut.

Minggu, 18 Desember 2016

Assalamualaikum wr.wb

Ma’…ternyata tidak terasa sudah 1,5 bulan saya berada di Jakarta. Ibu Kota yang orang bilang, lebih kejam dari pada Ibu Tiri. Tapi tenang saja Ma’, sejauh ini Alhamdulillah saya bertemu banyak orang-orang baik dan orang hebat yang cerdasnya luar biasa. Suatu kebanggaan rasanya  bisa kenal, akrab dan belajar dengan mereka semua.

Ma’… masih kita ingat ji? Satu bulan yang lalu, selaluki khawatir jangan sampai saya ketiduran. Karena Mama yang paling tahu kebiasaan saya semenjak masih menganggur. Dulu setiap usai salat subuh, saya pasti lanjut tidur lagi sampai jam 9 pagi atau bahkan sampai jam 12 siang. Pernah juga karena kebiasaan begadang, tidurnya kebablasan sampai salat subuhnya pun jam 7 pagi.  HAHA…Sungguh memalukan!

Tapi tenang saja Ma’…Alhamdulillah semenjak saya berada di sini, saya tidak pernah lagi begadang atau bahkan bangun terlambat. setiap Jam 5 subuh, saya pasti sudah bangun dan mulai beraktivitas. Bahkan kalau sempat, terkadang saya mencuci pakaian dan membersihkan kamar dulu sebelum berangkat ke lokasi pelatihan.

Oh iya Ma’…setiap pukul 06.30 pagi, saya pasti sudah berangkat karena harus jalan kaki sekitar 5 menitan menuju lokasi pelatihan. Sebelum sampai, saya selalu menyempatkan singgah sarapan bubur ayam, yang lokasinya tidak jauh dari kost-an. Oh iya…Bubur ayamnya enak sekali Ma’, karena keseringan meka beli bubur ayam di sana, mas-nya sampai hafalmi seleraku.

“tidak pakai kacang kedelai, kecapnya sedikit, tidak pakai seledri, pedesnya sedang, iya toh mbak?” Kata mas-nya, setiap saya datang beli bubur.

Senin-Jum’at saya masuk 07.30 dan pulang 16.30 , sampai di kost-an terkadang menjelang magrib karena ngerumpi dulu sama teman-teman sebelum pulang. Setiap akhir pekan, selalu disibukkan dengan ujian mingguan yang pengawasannya luar biasa. Semenjak ujian tidak ada kata menyontek yang berlaku. Jika ketahuan akan langsung didiskualifikasi, karena point penting yang ditekankan di perusahaan ini adalah trust/kepercayaan. Jadi memang  harus serius belajar dalam hal ini!  

Belajar setiap hari jujur sangat memeras otak. Terkadang saya stress juga Ma’…karena banyak pelajaran baru yang betul-betul kurang saya pahami. Saya harus belajar 2 kali lebih keras dari pada temanku yang di antara mereka  jurusan kuliahnya memang sesuai.

Ma…ini belum pi saya kasih tauki, gaji pertama ku yang bulan kemarin sebagian saya belikan laptop.  Alhamdulillah…sudah sedikit hemat, tapi janganki kira saya hemat karena tahan lapar nah. Tidak ji Ma’…saya di sini makan 3 kali sehari, cuma hematnya karena makan siang ditanggung di tempat pelatihan, bahkan snack-nya 2 kali sehari. Sekarang berat badanku malah naik 2 kg. Yeayyyy!

Terus, semenjak di Jakarta, sesibuk atau sepadat apapun jadwal ku’…Alhamdulillah belum pernah ka sekalipun pakai jasa loundry Ma’. Bukan persoalan menghemat, tapi setiap hari saya selalu menyempatkan mencuci sedikit pakaian setiap selesai mandi, jadi cucianku sangat jarang menumpuk. Berusaha ka sekarang jadi anak yang rajin Ma’…Semoga bangga ki nah. Pernah saya di tanya sama pimpinan Ma’…beliau bilang begini;

“Apa yang menjadi motivasi kamu dalam belajar dan bekerja?”

Dan dengan lantang saya menjawab,

 “ Orangtua saya Pak!”

Jadi Mama sama Bapak jaga kesehatan, semoga panjang umur dan sehat selalu. Doakan saya berhasil semoga  bisa bahagiakan dan banggakan ki semua.

Teruntuk mama ku tercinta,

 Sekali lagi, SELAMAT ULANG TAHUN yang ke-48, semoga senantiasa diberi  nikmat kesehatan, umur yang panjang, kebahagiaan dan keberkahan selalu….I love you so much Ma…InsyaAllah gaji bulan ini kado menyusul yah… hehe…

Pukul 22.26 WIB, 

Kemang, Jakarta Selatan

 

Iklan

Penulis:

SarwendahMoury| Sang Pemimpi|Pemilik segudang mimpi|Bermimpi tiap hari| berharap mimpi bukan hanya sekedar mimpi| memimpikan semua hal indah|ayo bermimpi|jangan takut tuk bermimpi|karena bermimpi sangatlah menyenangkan| hay mimpiku...tunggu aku!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s