Kesurupan di Lembang Marinding, Tana Toraja!

IMG-20160604-WA0000
Basecamp Kami di Lembang Marinding, Mengkendek, Tana Toraja

Suasana basecamp semenjak Kak Sakti kesurupan, membuat pergantian malam terasa begitu lama. Beberapa kali saya memejamkan mata mencoba tertidur, tapi hanya terlelap sejenak, kemudian terbangun kembali. Saya berharap matahari telah terbit ketika saya membuka mata. Saya meraih telepon selular melihat jam, menunjukkan pukul 01. 25 wita. Lanjutkan membaca “Kesurupan di Lembang Marinding, Tana Toraja!”

Iklan

MATTOJANG

IMG_4778
Dusun Tampaning

Masih seputar Tampaning, sebuah dusun yang menjadi lokasi penelitian saya beberapa tahun lalu. Kali ini saya tidak akan bercerita mengenai batu akik ataupun kondisi anak-anak yang sekolah di sana.

Mattojang, untuk pertama kalinya saya dan sesama rekan penelitian mendengar kata itu. Saat itu kami duduk santai di teras rumah Indo’ Aji yang merupakan tempat tinggal kami saat penelitian. Tiap sore Kak Ida, yang merupakan warga asli Tampaning, selalu datang menyambangi kami, baik itu menemani kami bercerita, main kartu hingga larut malam ataupun sekadar memberikan kami sayuran dan buah hasil panen kebunnya. Kembali ke mattojang, saya masih penasaran dan terus menanyakan hal itu kepada Kak Ida dan ia menjelaskannya dengan cukup panjang. Lanjutkan membaca “MATTOJANG”

Surat Dahlan Milikku

1464102230768
Buku Hasil Privat Less dan Satu Diantaranya Pemberian Dosen Pembimbing

Jika teman-teman lain sudah memiliki puluhan hingga ratusan koleksi buku, baik yang telah dibaca maupun yang belum. Maka saya akan maju di baris paling depan untuk mengakui bahwa saya lah yang memiliki koleksi buku paling sedikit. Iyah…Paling sedikit!

Selain buku pelajaran waktu kuliah yang notabene-nya dibeli dari hasil meminta uang orang tua, kali ini saya mencoba membeli buku dari hasil jerih payah sendiri. Memasuki tahun kedua perkuliahan, saya mencoba bekerja paruh waktu sebagai guru privat les untuk anak sekolah dasar. Setahun lebih saya menjalani kuliah sambil bekerja, saya sangat menikmatinya, karena ketiga adik murid saya tiap hari ada saja tingkah lucunya, yang membuat segala penat di perkuliahan hilang seketika. Lanjutkan membaca “Surat Dahlan Milikku”

PASAR DI GOR? KENAPA HARUS KAGET?

20160501_073218

Hari Minggu, pukul 05.45 wita. Saya sudah siap dengan celana olahraga, baju kaos dan sandal jepit menuju Gedung Olah Raga(GOR) yang terletak di Kelurahan Sudiang Raya. Hari minggu kali ini, saya tidak berniat untuk lari pagi ataupun sekadar ikut dalam rombongan senam yang setiap minggu diadakan di sana.

Baru saja saya membuka pintu pagar rumah, tiba-tiba kendaraan mobil jenis pickup dengan beberapa bawaan seperti termos, alat dapur, kursi plastik serta beberapa peralatan makan lainnya melintas di depan rumah. Saya menduga mobil itu menuju GOR untuk berjualan. Lanjutkan membaca “PASAR DI GOR? KENAPA HARUS KAGET?”